🔔 Aktifkan notifikasi. disini Google News

Lamunan Senja di penghujung hari

Langit mulai kelabu, perlahan mulai gelap tertutup oleh awan hitam, seiring dengan tenggelamnya matahari diujung barat, angin sejukpun mulai berhembus menyelinap disetiap sudut kota Jakarta yang panas.  pertanda bahwa siang telah berlalu dan malampun mulai merangkak menyelimuti bumi. Kasih sayang Allah kepada hamba-Nya sungguh tak mampu diungkapkan dengan apapun.


Ternyata dengan hembusan udara sejuk disore hari itu tidak mampu mneghilangkan panasnya itu kota, walaupun kita tidak melakukan aktifitas apapun tetap saja berkeringat.   Mungkin ini karena saking padatnya rumah dan mbludaknya kendaraan di ibu kota ini. Disaat seperti ini dengan seijin Allah hembusan Angin semakin dingin dan hawa panaspun perlahan mulai menyingkir, dan dari lagit jatuhlah butiran-butiran Air yang semakin lama semakin banyak. Yah, Allah menurunkan hujan untuk mendinginkan kota Jakarta yang bener-bener panas ini. aku tutup pintu dan aku sedikit bersantai di dalam sambil mendengarkan instrumental dari kitaro. Perlahan sayup-sayup terdengar panggilan cinta dari sang Maha Agung dan diikuti dengan yang lainnya.

Adzan, itulah suara Adzan. adzan magribpun telah berkumandang siangpun telah benar-benar berlalu dan malam telah datang.. disaat seperti ini aku kebayang dengan suasana di kampung tercinta yang tanpa kipas ataupun AC udara tetap saja dingin apalagi saat sore datang udara semakin dingin. Biasanya kami,  saya dan Bapak tercinta langsung bergegas menuju masjid yang berjarak  kurang lebih 400meter dari rumah.

Tidak seperti dijakarta dimana mana ada masjid yang indah nan besar. Jadi cukup berjalan tidak perlu menggunakan kendaraan, dan yang bikin saya kagum setiap waktu sholat pasti jamaahnya lebih dari 10 orang, kalau di kampung paling 1, 2, 4 atau mentok-mentok 7 orang, mungkin karena jarak masjid jauh dan kurangnya kesadaraan atau kurang mengerti hakikat dari ibadah atau kurangnya ajaran islam disana.

Saya jadi teringat impian saya saat masih ngaji dulu, “inginmenjadikan kampung tercinta menjadi kampung santri”. Ternyata berat, terbukti nyari ilmu itu tak gampang banyak tantangan dan rintangan. Tiba-tiba Suara iqomah memecah lamunanku, dan menyuruhku untuk bergegas kemasjid karena sholat akan segera dimulai.

Lamunan Senja di penghujung hari
Lamunan Senja di penghujung hari

Harga : *Belum termasuk Ongkos kirim
Pesan via whatsapp Pesan via Email
Baca juga :

Mau donasi lewat mana?

BRI - Warsito (38940-10507-29535)

Mandiri - Warsito (1370-0182-86605)

BSI - Warsito (7153-4266-72)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.

About the Author

Paling Kepo dengan Informasi seputar Technology dan terobosan Bisnis. I'm a Freelance and Content Creator.

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan tutur bahasa yang baik!
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.