🔔 Aktifkan notifikasi. disini Google News

Suka Duka Menjadi Freelance

Bang enak banget yah kamu, tiap hari dirumah mulu, mau jalan-jalan bebas tanpa harus izin Bos !

Iya sih memang benar menjadi Freelance itu, selain bebas waktu juga bebas aturan. namun gak senikmat yang orang lihat dan sangka. Teringat dulu waktu masih kerja di sebuah Perusahaan ternama tapi cuma jadi karyawan. tiap bulan nikmati Gaji dan bonus-bonus alinya sama uang lembur. belum kalau lebaran dapet THR, belum lagi kalau akhir tahun dapet Bonus akhir tahun. Tapi sayang duwit ngumpul ditabungan tapi.. tidak ada waktu buat jalan-jalan, tidak waktu buat kumpul-kumpul sama keluarga dikampung halaman.

Sampai akhirnya memutuskan untuk menjadi pengusaha, dengan sisa tabungan mulailah merintis usaha di ibu kota, jalan sih 1 tahun tapi selebihnya minus dan akhirnya tutup. Karena tabungan sudah sekarat mau dan dengan malu terpaksa pulang ke kampung halaman. masih tetep sama pengen punya usaha, akhirnya buka usaha lagi di bidang pakan ternak, jadi yang pertama dulu aku buka Digital printing, pakan ternak bisa dibilang lumayan sih setidaknya cukup memutar uang. Sekitar 1,5 tahun mulailah saingan muncul di kanan kiri, dan rata-rata mereka buka tanpa ngontrak tempat.

Dengan berat hati aku tutup toko dan balik lagi menjadi karyawan, tepatnya Dunia Digital dan multimedia saat itu aku belum berani menjadi Freelance. Nah mulai disinilah aku berfikir, kalau aku gak mulai sekarang kapan lagi.. Bismillah rembukan sama Istri akhirnya aku izin resign. Bismillah mulai hidup baru, perjalanan baru dan kisah baru. Aku mulai merintis Wedding Photography, Jasa desain dan cetak serta Jasa pembuatan Website. Bulan pertama lumayan rame untuk jobs Photo, Bulan kedua Photo sepi alhamdulillaah ada yang order website dan kalender, bulan ke 3 Kosong, bulan ke 4 kosong. Mulai deh sedih nyesel dan bingung, mikir ini anak istri mau dikasih makan apa.

Pokoknya dipikiran adanya cuma kusut dan kusut gini amat ya jadi seorang freelance, dari sini mulai aku benahi diri, yang punya rezeki itu Allah, kalau kita pengen lancar Rezeki ya mestinya deket sama yang punya rezeki. Mulai perbaiki ibadah, perbaiki silaturahiim dan mulai perbaiki sedekah. Udah rezeki tidak jelas, hutang belum juga lunas, istri minta jatah buat beli beras, pikiran benar-benar terkuras, Asli gak karuan rasanya.

Yah inilah Suka Duka Menjadi Freelance, dari sekilas kisah diatas nyesek banget yak. tapi ya senengnya kalau pas dapet Jobs kerja 1 atau 2 hari bayaran 1 bulan. jadi kita mesti pintar-pintar manajemen keuangan, saat kita dapat banyak jangan lupa untuk sedekah dan sisihkan untuk masa yang akan datang. Banyak-banyakin berkarya, banyak-banyakin promosi, banyak-banyakin sedekah dan rajin-rajinlah beribadah dan berdoa. dan yang terakhir syukuri apa yang sudah ada, bersyukur bukan berarti tidak mau berkembang, Bersyukur yaitu engkau Ridho dengan keadaan saat ini dan bersabar.

Jangan Ragu untuk mengejar mimpi teruslah berjuang dan bersungguh-sungguh.

Suka Duka Menjadi Freelance
Suka Duka Menjadi Freelance

Harga : *Belum termasuk Ongkos kirim
Pesan via whatsapp Pesan via Email
Baca juga :

Mau donasi lewat mana?

BRI - Warsito (38940-10507-29535)

Mandiri - Warsito (1370-0182-86605)

BSI - Warsito (7153-4266-72)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.

About the Author

Paling Kepo dengan Informasi seputar Technology dan terobosan Bisnis. I'm a Freelance and Content Creator.

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan tutur bahasa yang baik!
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.